Minggu, 06 Januari 2013

5 cm

Apa si 5cm itu? ukuran penggaris? mungkin iya kalo yang belum tau. Tapi siapa sangka, buat Zafran 5cm itu ada filososfinya tersendiri. Rizal Mantovani, sutradara yang sudah malang melintang di dunia perfilman Indonesia, kini mengambil tema film yang cukup menantang, bertema top of mountain. Sutradara yang pernah menggarap Jaelangkung pas jamannya Samuel Rizal itu kini menggandeng pegunungan di kawasan Bromo dan Mahameru menjadi temannya.


Directed  : Rizal Mantovani
Producer  : Sunil Soraya
Author    : Donny Dhirgantoro
Starring  : Herjunot Ali, Fedi Nuril, Raline Shah, Danny Sumargo, Igor Saykoji dan Pevita Pearce.
Country   : Indonesia
Release   : 12 Desember 2012


5cm sendiri diangkat dari novel karya Donny Dhirgantoro, novelnya cukup laris di pasaran. Berkisah 5 orang sahabat yang sudah berteman hampir 10 tahun, susah senang dilalui bersama, saling mengerti dan memahami. Namun, ide gila terlintas dalam pikiran Genta yang menurutnya, persahabatan mereka isinya cuman nongkrong dan nongkrong. Dari situlah dimulai puasa ketemu selama 3 bulan, guna mencari dan menggapai mimpi mereka masing2. 

Selama hampir 3 bulan, banyak hal yang terjadi dalam kehidupan mereka, hingga akhirnya Genta memutuskan untuk bertemu setelah 3 bulan dengan menyajikan petualangan dan peristiwa yang tidak mereka lupakan. Mendaki gunung dan berdiri di puncak Mahameru, Malang.

“Kemudian yang kamu perlukan hanyalah kaki yang akan melangkah lebih jauh, tangan yang akan berbuat lebih banyak, mata yang akan melihat lebih lama, leher yang akan lebih sering mendongak, tekad yang setebal baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras serta mulut yang selalu berdoa.” 

Ide gila, namun disanggupi oleh sahabat2nya. Cinta, tekad, impian, semangat, kebersamaan, nasionalisme dan harapan muncul seiring perjalanan yang mereka lalui. Hingga mereka menyadari bahwa negeri yang mereka injak adalah negeri yang kaya akan kemegahan yang tersimpan.

Salah satu film negeri tercinta yang menakjubkan, dikemas dengan humor dan persahabatan yang pas. Pengambilan gambar, luar biasa. Pemandangan yang disajikan? jangan diragukan,dan twist percintaan. hehehhe
Kekurangandari film ini menurut saya terletak pada bagaimana seringnya sponsor muncul disini *kalo udah liat pasti tau*, dan alur yang sudah kita tebak *bagi yang udah baca novel*, dan puncak masalah terletak di tengah2 film.

Tapi, itu adalah pendapat saya, berbeda dengan pendapat kalian. Dari 5 bintang, saya kasih 4,5 bintang. Indonesia I LOVE YOU! :D

Selasa, 18 Desember 2012

Skeeter, merubah mereka

Skeeter merupakan perempuan muda yang baru menghirup udara sebagai lulusan sarjana sastra. Dalam melancarkan karirnya, dia diterima di surat kabar terkemuka di kotanya. Rintangan pertamanya adalah menulis sebuah artikel yang dapat membuktikan dirinya sebagai seorang jurnalis handal. Dengan melihat apa yang terjadi dalah kehidupannya, iapun menulis buku tentang ‘orang-orang hitam’.


Directer : Tate Taylor
Starring : Emmas Stone, Viola Davis, Octavia Spencer, etc.
Writers  : Tate Taylor, Kathryn Stockett (novel)

Pada masanya (jaman Perang Dunia), Amerika merupakan negara termakmur dan tersubur. Pendusuknya kala itu merupakan bangsa dari kalangan orang kaya, politik Apartheid pun masih terjadi disana. Orang negro di Amerika pada abad ini dijadikan sebagai pembantu rumah tangga. Anggapan aneh muncul dari orang Amerika bahwasannya mereka mempunyai derajat lebih tinggi daripada orang Negro.  Orang kulit hitam dilakukan berbeda dalam hal ini, seperti toilet yang mereka gunakan haruslah beda dengan orang kulih putih.

Semenjak kejadian pengasuh terbaiknya pergi dari rumah, munculah ide untuk menulis tentang apa yang dirasakan orang Negro (orang kulit hitam) yang bekerja pada orang kulit putih (Amerika) di kotanya. Skeeter nampaknya melihat kesenjangan perilaku yang diberikan oleh orang kulit putih kepada orang kulit hitam. Lantas ia menelusuri dan melakukan riset tersebut, walaupun sebenarnya dia tau apa yang dia ungkapkan nantinya akan membawa dampak positif dan negative dari kedua belah pihak.

Film yang sarat akan perbedaan ras, namun dikemas secara apik oleh sang sutradara dalam pandangan kaum perempuan. Menampilkan kehidupan para orang Amerika pada masa itu yang hanya memikirkan karir dan status sosial. 

Senin, 10 Desember 2012

wordpress?

I'll introduce my Wordpress to you guys! 

http://totheskyline.wordpress.com

ada beberapa postingan blog nyangkut disana, tapi gk semuanya.
so why don't u try it?? :)

Minggu, 09 Desember 2012

RE - R



Directed by : Paul W.S. Anderson
Cast by        : Milla Jovovich, Michelle Rodriguez, Kevin Durand, etc.
Distributed  : Screen Gems

Mendengar Resident Evil : Retribution, atau film kelima dari film serangan zombie ini menambah semangat untuk menonton kelanjutan usaha Alice dalam memerangi sekawanan zombie cs. Namun, bukan kepuasan yang saya dapat setelah melihat film ini, melainkan 'ini beneran resident evil'. Pertanyaan yang muncul.

Masih di pegang Paul W.S. Anderson nampaknya menurut saya, RE : Retribution kali ini bisa dibilang 'gagal' dalam pengemasan filmnya. Ada bebarapa adegan yang janggal menurut saya, tokoh wanita pendamping Alice terlihat kaku menurut saya. Adegannya kurang mantep, kalo boleh jujur filmnya seperti terburu-buru membuatnya. 

Untuk masalah teknologi dalam editing dan format 3D saya tidak mau berkomentar, karena emang Hollywood jagonya dalam hal ini. Tapi apakah ini akhir dari Resident Evil ? kita tunggu kelanjutan aksi Alice.

Jumat, 30 November 2012

Bourne is Cross

Matt Damon memang sudah meninggalkan project Bourne yang ke-emapt ini, walaupn namanya masih diseret2 karena menjadi titik kunci lahirnya trilogi Bourne terdahulu. Pada Bourne Legacy ini, nampaknya sang sutradara Tony Gilroy menggandeng wajah baru, dengan cerita baru namun masih menyangkut si Jason Bourne.

Directed : Tony Gilroy
Starring : Jeremy Renner, Rachel Weisz, Edward Norton, etc.
Release  : 10 Agustus 2012
Time     : 135 Minutes

Adalah Aaron Cross (Jerremy Renner), seorang anggota pelatihan khusus Outcome, menjadi pasukan yang mengkonsumsi obat dalam kemampuan kekuatan dan abiliti yang kuat. Yang dimana obat tersebut berada dibawah naungan CIA yang akan diekspos oleh Jason Bourne (Matt Damon). Selamatnya Cross langsung membawa kekawathiran CIA dan interpool yang lainnya, sebab takut project mereka akan terbuka ke publik. Ditemani Dr. Martha Seahring (Rachel Weisz), Cross melarikan diri dan mencari obat tersebut karena dia tidak bisa tanpa obat tersebut.

Kira2 seperti itulah ceita Bourne Legacy secara singkat *sumpah bingung saya awalnya kaga ngerti sama sekali jalan ceritanya*. Jeremy Renner sendiri sudah tidak asing lagi bagi dunia film Hollywood, kiprahnya terlibat dalam pasuka The Avengers sebagai Hawkye dan seorang sersan dalam film The Hurt Locker. Rachel Weisz? Siapa yang tak kenal mantan arkeolog dari film The Mummy ini.

Keduanya sangat cocok dipasangkan di film ini. Di film ini saya melihat chemistry mereka berdua. Awalnya saya bingung dengan film ini karena ceritanya masih melanjutkan film Bourne tardahulunya. Aksi yang seru adalah aksi saat di Manila.
Jadi bagi penikmat film Bourne, wajib liat dan nilai sendiri bagaimana filmnya. Saran saya lihat film Bourne dari satu ampe sekarang biar gk bingung kaya saya.

Rabu, 28 November 2012

K-Stew r u ?

Mungkin gara2 Breaking Dawan part 2 baru keluar bulan November ini, saya sebenernya agak lirik2 dikit. Saya bukan fans para Vampire atau klan-klan tersebut, bukan juga team Jacob, nonton kudu di bioskop juga enggak, hanya saja saya lagi terkesima dengan si cuek "Bella Swan" atau Kristen Stewart.

Aktris kelahiran Los Angeles 9 April 1990 *ahh beda setahun ama saya* ini melejit namanya berkat film Twilight Saga. Nama K-stew *panggilan* sendiri sudah dikenal terlebih dahulu di Hollywood ketimbang si Cullen, Robert Pattinson yang namanya baru dikenal lewat Twilight Saga

K-stew now

Panic Room misalnya, film yang dibintanginya bersama aktris Jodie Foster ini mengantarkan dia menuai banyak tanggapan positif dari para kritikus film. Penonton pun dibuat takjub dengan akting serta penampilannya yang lantaran dikira 'cowok' pada waktu itu.

K-stew 'Panic Room'


Setelah Panic Room, Speak adalah next lead rolenya. berperan sebagai cewek yang tekena tindakan seksual oleh temannya sendiri yang membuatnya menjauhkan diri dari kehidupan sosial. Zathura dan The Messenger adalah film selanjutnya yang mengantarkan K-stew semakin dikenal.

Walaupun berperan sebagai Bella Swan dalam Twilight Saga, aktris muda yang satu ini tampaknya tidak takut untuk mencoba peran2 yang lain diluar Bella Swan, seperti film Adventurland, Into The Wild, On The Roads, sebagai gitarist di The Runaways, sebagai Snow White di Snow White and The Huntsman.

Selain terkenal dengan kehebatan aktingnya, K-stew juga dikenal dengan gaya fashionnya yang cuek dan kets lovers *author salut*

Red carpet, tetep make kets

Red carpet, tetep make kets

Tidak peduli orang memikirkan dan berbicara apa terhadapnya, kets on anywhere its on!! :)

Senin, 19 November 2012

'I have leaves in my foot! mom'

Kalo di Indonesia punya Timun Mas, kalo di paman sam sana punya The Odd Life of Timothy Green. Ceritanya hampir sama, namun berbeda sudutnya aja.

Directed : Peter Hedges
Run Time : 125 minute
Release  : 15 Agustus 2012 by Disney Pictures
Starring : Jenfifer Garner, Joel Edgerton, CJ Adams, Odeya Rush.

Bercerita tentang Jim dan Cindy Green, pasangan suami istri yang belum juga dikaruniai seorang anak. Hampir empat taun mereka menunggu kehadiran tangisan bayi namun tak kunjung datang. Sampai suatu hari, munculah Timothy. Bocah laki-laki yang sangat unik dan membawa keajaiban serta perubahan bagi Jim dan Candy Green, Timothy juga banyak mengubah hidup disekitarnya. Namun, siapa sangka disaat kebahagian menyelimuti keluarga Green, Timothy pergi seraya daun yang berguguran.

Film keluarga yang cocok di tonton oleh smua umur, Timothy sangat kecil dan lucu disini. Terhibur dan menarik. Walau ceritanya menggunakan sedikit fantasy namun, film keluaran Disney ini patut ditonton.

Senin, 05 November 2012

Freedom Writers, are you ?

Film yang hampir berdurasi 2 jam ini memperlihatkan kegigihan seorang guru SMA dalam memperjuangkan apa yang berhak didapat untuk muridnya, membimbing muridnya dalam pemikiran keseharian mereka, serta merubah hidup mereka.


Directed     : Richard LaGravenese
Release date : 2007
Starring     : Hilary Swank, Patrick Dempsey, Mario, Scott Glenn.

Gernie Hawell adalah seorang wanita yang baru saja menjabat sebagai guru bahasa Inggris, mendapatkan tempat mengajar di Wilson High School derah Long Beach. Ketidak tahuannya akan lingkungan tempat ia mengejar membawanya belajar melihat dan mendengar apa yang terjadi pada anak didiknya. Narkoba, perkelahian, kematian, pemukulan dan hal kasar lainnya ia ketahui kala para murid didiknya meceritakan tentang hidup didaerah Long Beach.

Melihat ada harapan akan masa depan murudnya, dia berusaha untuk mengajari para muridnya dengan caranya sendiri agar para muridnya menyukai pelajaran, meningkatkan nilai mereka serta meluluskannya. Salah satu metode yang berpengaruh adalah sebuah jurnal yang ia berikan kepada tiap muridnya, setipa hari ia menegaskan kepada muridnya untuk menulis apapun cerita atau harapan baik di masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.

Walaupun rumah tangganya berantakan, ia tidak menyerah dalam memboyong para muridnya agar lulus mendapatkan nilai baik serta melanjutkan ke bangku kuliah. Usahanya tidak sia2, hampir semua murid yang ia didik di kelas 203 melanjutkan ke bangku kuliah.

Film yang sarat akan unsur SARA, kekerasan dan kehidupan remaja di distrik yang ditempati banyak ras berbeda ini menjadikan film ini sarat akan makna yang dikandungnya. Bagaimana anak2 mendapatkan kekerasan dan tekanan yang luar biasa mereka bawa dalam kehidupan masyarakatnya.