Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Oktober 2013

oh ternyata.

Dua hari ini berturut-turut liat film Hollywood, kaya World War Z, Pacific Rim, White House Down dan The Purge. Semuanya film dengan tema yang intinya Action dibumbui Thriler dengan tempatnya sama, Amerika. Kecuali Pacific Rim dan World War Z yang mungkin ada setting di luar negeri.

Alih-alih saya bahas dulu tentang film World War Z yang di dibintangi Brad Pitt, bercerita tentang dunia yang terjangkit virus seperti 'zombie'. Brad Pitt berperan jadi utusan PBB gitu, buat nyari anti virusnya (kaya laptop aja) terus keliling dunia gitu buat nyari sumber penyebaran dan anti serumnya. ya gitu gitu deh. di film ini bakalan liat yang namanya zombie, zombie dan zombie. thats it.


Selanjutnya ada film Pacific Rim, dimana di tahun 20-- ah lupa. Pokoknya 2000 ke atas, bumi di serang ama Kaiju (monster besar) dan bukan Alien lagi ternyata. Dunia kocar kacir karena Kaiju ini. so, buat ngancurin monster maka diciptakan monster yaitu Jaegar (nama robot). Robotnya di kendarai oleh dua manusia dan perang perang perang aja ceritanya. Ada sedikit sedihnya sih, dikit aja tapi gk banyak banyak.

Ketiga ke White House Down, ya ceritanya hampir sama ama Olympus Has Fallen (yang udah pernah liat) cuman beda pemerannya aja, di WHD yang main si seksih Channing Tatum. Ceritanya Tatum ini pengawal Jubir presiden, terus lagi di White House ngajak anaknya yang demen banget ama politik gitu, pas lagi tour ada teroris yang bajak, dan kalian tau lah ceritanya gimana.

ke-empat ada The Purge, sumpah gemes liat ini film. Ceritanya tentang ada hari dimana disebut 'hari penyucian' diadakan setahun sekali, membolehkan selama 12 jam dari jam 7 malem sampe jam 7 pagi warga Amerika boleh ngebunuh orang tanpa dilanggar hukum. Gunanya buat penyucian gitu -_____-a. Nah kebanyakan dari mereka yang dibunuh itu para orang miskin dan gelandangan. Tapi, antar temen, pacar, sahabat, keluarga juga boleh saling bunuh. Nah pas itu kejadiannya terjadi di sebuah keluarga yang bahagia dan tentram, mereka jadi incaran para tetanga yang kaya gara-gara ngelindungin seorang gelandangan. ya gitu deh ceritanya. liat aja sendiri, asik ko.

kesimpulan yang dapat ditarik oleh saya tentunya, bahwasannya di Amerika itu gk aman! (kidding). hehehe kenapa? bayangin aja di sepanjang tahun 2013 aja udah banyak serangan dari Kaiju, Teroris di White House, ada acara hari penyucian yang setahun sekali itua, dan ada zombie nya (yaelah kan cuman film). hahaha tapi bener kan? bener kan?? jadi warga sana harus sabar-sabar yah, menghadapi segala cobaan. hehehe

ps. postan ini dibuat untuk men-share dan ber-kidding ria :p

Rabu, 02 Oktober 2013

Preview

Bulan Agustus kemarin kita dikejutin ama film 'The Conjuring' garapan sutradara James Wan, dan sekarang sang maestro *ceilah James Wan keluarin lagi jurus ampuhnya Insidious : Chapter 2, setelah tahun lalu Insidious pertama berhasil bungkam penonton dengan kejutan dan ketakutan yang bisa dibilang 'wah' buat film horor ala Hollywood.


Masih sambungan dari film pertama, keluarga Lambert mengalami hal bahagia pasalnya sang anak Dalton Lambert udah siuman dan balik dari koma 'astral projectnya'. Tapi kebahagian itu cuman bentar, banget malah. Pasalnya sang ayah, Josh Lambert yang sekarang trapped in another world, gara-gara nyelametin anaknya dan ngebuka kembali kelebihannya (liat film pertama). Alhasil disini sang istri dan sang ibu berjuang mati-matian buat ngembaliin josh kaya dulu lagi, untungnya dibantu team Elis dkk.

Insidious : Chapter 2 menurut saya keren, apalagi angle pengambilan gambarnya, mantap. Ditambah seremnya melebihi yang pertama, alur cerita apik maju dan mundur (makannya kudu liat yang pertama). Cuman satu sebelnya backsound musiknya bikin kaget setengah idup *halah. 

Mungkin kita bakalan liat Insidious : Chapter 3, who knows?

Sabtu, 07 September 2013

masa sekolah dasar itu...

Seberapa dekat kita dengan temen2 jaman SD kita? atau masih inget kalian ama para guru SD? padahal masa2 sekolah dasar itu masa2 yang sulit buat bikin kepribadian kita kelak, mengatur sifat kita yang masih anak2 dan saling pengertian.

Baru2 ini saya liat K-drama yang judulnya "The Queen Classroom" (big thanks to mba Eka, for recommended). Awalnya males juga sih liatnya, soalnya tau kan drama itu bersambung2 dan memakan waktu berjam2 buat liatnya. Well, akhirnya kelar juga liat drama ini.


Bercerita tentang sebuah kelas di SD Seundeul, kelas 6-3 punya wali kelas baru yaitu guru Ma Yoe Jin, guru Ma (panggilannya) sering dijuluki nenek sihir atau nenek Ma oleh anak didiknya, lantaran kedisiplinannya tingkat tinggi dan cara mengajarnya terbilang 'keras' buat anak SD. Semisal membenarkan adanya diskriminasi siswa berdasarkan nilai, siapa yang nilainya jelek (berdasarkan kuis mingguan) dia bakalan jadi ketua kelas yang kerjanya bersih2 kelas (kaya babu). Tidak membolehkan siswa ijin ke toilet pas ujian berlangsung, keputusan mutlak adalah ditangan wali kelas, siapa yang nentang dia yang bakalan 'ditendang'.

Namun, seiring sistem pelajaran yang diterapakannya banyak berdampak pada pola pikir dan cara pandang siswanya dalam menghadapi suatu masalah yang dialami oleh setiap siswanya, baik disekolah maupun di luar sekolah. Guru Ma ini seneng banget nguji siswa nya lewat suatu perbuatan yang kadang emang dia sengaja bikin tuh anak nge-drop dulu biar bisa bangkit dan lawan masalahnya dengan kata2 tajam dan bermaknanya. Tapi, dibalik itu semua dia pengen anak2nya setia kawan, saling pengertian dan siap ngadepin dunia nyata dan kenyataan yang bakalan mereka hadapi dikemudian hari.

characters
Guru Ma, disiplin, tegas, dan misterius
Shim Ha Na, siswa paling ceria. Banyak diuji guru Ma, soalnya dia paling setia kawan dan peduli terhadap sesama.
Eun Bo Mi, diuji buat nemuin siapa temen yang bener2 sayang ama dia. termasuk siswa dengan nilai terburuk, tapi pinter gambar manga.
Kim Soe Hyun, siswa paling pintar dikelas. Peduli dan setia kawan, awalnya dia dingin karena masalah keluarga.
Oh Dong Goo, disebut joker dikelasnya. Anak yatim piatu (awalnya), sering bolos dan setia wakan.
Kalo liat drama ini, banyak pelajaran yang diambil. Apalagi dalam memandang suatu masalah. Kata2 'mutiara' yang sering dilontarin ama guru Ma, bener2 bikin para anak2 dan kita jadi mikir apa maksud dari omongannya tersebut.

Bagus buat diliat oleh semua umur, tapi dengan bimbingan orang tua. Soalnya ada beberapa adegan kekerasannya. 

Minggu, 30 Juni 2013

are you ready for tour?

Berpariwisata mengunjungi negara-negara lain memang menyenangkan, ditambah dengan kekasih tercinta plus datang ke tempat negara yang notabennya udah ada orang yang dikenal di negara tersebut. Perjalan itu yang dilakukan Chris dan sang pacar Natalie serta Amanda, teman Natalie. 


Sutradara : Bradley Paker
Writers   : Oren Peli, Carey Van Dyke.
Run times : 97 menit
Starring  : Jesse McCartney, Jonathan Sadowski, Devin Kelley, Olivia Dudley, etc.

Kunjungan terakhir mereka berlabuh di Kiev, Rusia. Saat Chris mengunjungi kakaknya, Paul. Serangkaian rencana sudah mereka buat untuk mengelilingi Rusia. Namun, Paul punya rencana lain, dengan mengajak tour ke tempat tragedi Chernobyl (tragedi nuklir terbesar) di Rusia. Awalnya Chris tidak setuju dengan ide gila kakaknya, namun semua beranggapan kapan lagi bisa melihat kota mati di negara Rusia tersebut. Dengan dipandu oleh Uri, serta tambahan dua wisatawan lainnya, mereka memulai tour yang menegangkan tersebut.

Awalnya mereka semua hanya melihat-lihat kota mati tersebut, dan pulang sore harinya. Tapi, siapa sangka niat kepulangan mereka tidak direstui oleh 'penduduk' setempat yang notabennya adalah... jeng jeng *efek dramatis*.

Keseluruhan Film ini bagus, terutama di adegan kagetnya. Pengambilan kameranya juga keren, untuk ukuran following subjek. Adegan demi adegannya menegangkan, kita dibuat penasaran nanti apa yang akan muncul. Walopun endingnya udah bisa ketebak. Overall, masukin list daftar film yang bakal kamu liat.

Sabtu, 18 Mei 2013

He's Wallflower

Film duet antara Logan Lerman ama Emma Watson, sukses buat saya liat yang kedua kalinya, ditambah dengan akting Ezra Miller yang yahud sebagai gay disini. The Perks of Being Wallflower sebenernya mengangkat cerita yang umum, namun semakin liat filmnya, semakin kamu liat ada konflik yang gk biasa buat film remaja SMA sana. 


Mungkin yang sering kita liat, sex, drugs atau apalah party2 gk jelas ala film Hollywood, bedanya disini kita melihat dia, si Charlie. Kita bakalan ikut ngerasain apa yang Charlie rasain, gimana rasanya jadi anak SMA yang gk punya temen, ngerasain sendiri kalo kemana2, ngerasain gk bisa ngapain2 pas liat hal yang gk enak terjadi, ngerasain bingung dan lupa kejadian pas waktu kecil, dan hal-hal baru yang Charlie gk pernah ngebayangin sebelum ketemu ama Patrick dan Sam.

Persahabatan Charlie, Patrick dan Sam itu unik. Charlie bisa berteman dengan Sam dan Patrick yang notabennya senior dia di SMA, bisa masuk dalam ruang lingkup pertemanan mereka, dan jatuh cinta ama Sam disaat yang bersamaan, takut kehilangan Sam dan Patrick pas mereka ngelanjutin kuliah. Tapi, di point ini juga Charlie menyadari ada yang gk beres ama masa kecilnya, dimana ia selalu terbayang2 kenangan akan bibi tercintanya.

Selain akting mereka bertiga yang yahud, lagu2 pengisi soundtrack film pun perlu diacungi jempol. Cerita remaja yang sedikit old school dan gk muluk2 dalam pembawaannya. Selain itu saya suka kata-kata yang sering dilontarkan Charlie, soalnya nih film murni dari sudut pandang Charlie semuanya.

i love this :)



Kamis, 25 April 2013

three on three

Bagi para pengikut atau pecinta film Harry Potter yang melegenda itu, tentu hafal dan inget banget dong ama nama tokoh serta para pemain dan alur ceritanya. Film pertama Harry Potter adalah Harry Potter and The Sorcerer Stone (2001), berpusat pada si bocah laki-laki yatim piatu yang hidup dengan paman, bibi dan sepupunya yang jahat. Harry adalah seorang anak keturunan penyihir yang baik hati, sayang kedua orang tuanya sudah meninggal, tewas di tangan Lord Voldemort penyihir jahat. Harry di karuniahi tanda lightning bolt di dahinya, sebagai bukti Lord Voldemort kala itu tidak bisa membunuh Harry sewaktu masih bayi.

Menyusul kesuksesan pertama, Harry Potter dibuat lagi sekuelnya seperti Harry Potter and The Chamber of Secret (2002), Harry Potter and The Prisoner of Azkaban (2004), Harry Potter and The Goblet of Fire (2005), Harry Potter and The Order of Phoenix (2007), Harry Potter and The Half Blood Prince (2009), dan terakhir Harry Potter and The Deathly Hollows Part 1 (2010) dan Part 2 (2011).

Harry Potter Cast

Perilisan film Harry Potter memakan waktu hampir 11 tahun. Keseriusan ranah Inggris dalam membuat film sekuel sudah terbukti baik kala dulu film Lord of The Rings berhasil menyabet beberapa penghargaan film, disusul dengan beberapa sekuel film James Bond. 

Akhir film Harry Potter, munculah kawanan vampire yang siap merebut hati penonton. Apalagi kalau bukan film Twilight Saga. Si Robert Pattinson pun pernah muncul di film Harry Potter and The Goblet of Fire sebagat Cedric Digory. Berpasangan dengan Kristen Stewart, film garapan Amerika ini mampu menghadirkan tema film sekuel baru yang digadang-gadang menggantikan kepopuleran Harry Potter yang akan habis sekuel kala itu. Bercerita tentang "Edward Cullen, yang jatuh hati pada manusia biasa Bella Swan. Cinta mereka diuji kala keduanya menanggung resiko perbedaan dua dunia *kaya uka uka*". Terbukti dengan beberapa sabetan kemenangan di MMA (MTV Movie Awards), Twilight biasanya nangkring memenangkan beberapa juara untuk beberapa kategori. Twilight (2008), New Moon (2009), Eclipse (2010) dan Breaking Dawn Part 1 (2011) dan Part 2 (2012), sukses menghantarkan Cullen dan Swan terkenal di jajaran pecinta film2 bergenre thriller romantis ini.

Twilight Saga

Menyusul kepopuleran Harry Potter dan Twilight Saga, The Hunger Games kini muncul sebagai pengganti kedua film terdahulunya. Mengingat Harry Potter sudah tamat pada tahun 2011 kemarin dan Breaking Dawn tahun 2012 kemarin. Hunger Games  baru mengenalkan film pertamanya pada tahun 2012 kemarin, mengelurakan tema baru dalam film sekuel. "Berlatar belakang pertandingan yang diwakili dua orang dari masing-masing district untuk survive dalam sebuah lomba mematikan untuk bertahan hidup". Sekuel film ini, Cathing The Fire akan rilis pada akhir tahun 2013 mendatang.

The Hunger Games

Perbedaan dari ketiga film terletak pada tema yang diusung, Harry Potter berkutat fantasy, petualangan, mitos dan penyihir. Twilight Saga berkutat pada dunia vampire. The Hunger Games berkutat dengan action dan perang sosial. 

Persamaan pertama dari ketiga film ini ialah, ketiganya menekankan tokoh yang terdiri dari tiga orang. Sebut saja di Harry Potter ada Harry (Daniel Radcliffe), Hermione (Emma Watson) dan Ron (Rupert Grint). Di Twilight Saga ada Edward (Robert Pattinson), Bella (Kristen Stewart) dan Jacob (Taylor Lautner). Serta The Hunger Games ada Katniss (Jeniffer Lawrance), Peeta (Josh Hutcherson) dan Gale (Liam Hemsworth). Two boys, one girl! *tapi saya lebih suka di Harry Potter, persahabatannya salut!*. Di Twilight dan Hunger Games, romantisme terjadi cinta segita diantara ketiganya, berbeda dengan Harry Potter, romantisme hanya terjadi pada Ron dan Hermione saja.

Persamaan kedua ialah, ketiga film tersebut sama2 diangkat dari sebuah novel, Harry Potter yang kita ketahui ialah cerita dari novel karya J.K Rowling. Twilight Saga adalah novel karya Stephanie Meyer dan The Hunger Games film yang diangkat dari novel karya Suzanne Collins. Semuanya perempuan! Wah, ternyata perempuan itu hebat. Menuangkan ide fantasinya dalam sebuah novel.
Jadi, satu film franchise berakhir, munculah satu film the next big thing hadir :).

Setelah ketiga film itu, novel manakah yang akan diangkat?
ps : correct me if i get wrong

Rabu, 24 April 2013

Reacher, detektif hantu

Niat liat Zero Dark Thirty ama Lawless malah liat Jack Reacher. Film garapan Christopher McQuarrie ini menggandeng 'om' Tom Cruise sebagai pemeran utamanya. Berperan sebagai mantan anggota militer Amerika yang menyelidiki kasus penembakan yang dilakukan oleh teman seangkatannya semasa di kesatuan.


Sinopsis :

Barr menyatakan kalau Jack Reacher harus ditemukan, dia adalah saksi satu2nya yang mengetahui penembakan 5 orang warga secara acak yang ditembak oleh Barr. Reacher yang mengenal Barr sekilas awalnya enggan menjadi saksi, lantaran dia tak mau kembali dan berurusan dengan dunia hukum. Namun, janjinya kepada Barr lah yang ia tepati. Penyelidikan pun dilakukan Reacher. Reacher sepertinya mengetahui bagaimana Barr beraksi dan bertindak dalam kasus 'penembakan' yang disalahkan kepada Barr. Reka adegan dan kemungkinan serta bukti pun dikumpulkan oleh Reacher, dibantu oleh Hellen pengacara Barr. Reacher pun mengumpulkan dan membuktikan pembunuhan yang direncanakan.

Film yang berdurasi 2 jam ini sebenarnya sangat menarik, buat yang suka film semacam detektif atau misteri film ini asik buat ditonton. Dari awal emang kita udah tau pembunuhnya bukan Barr. Tapi kita dituntut buat ikutan liat aksi Reacher buktiin kasus tersebut. Rencana pembunuhan menurut saya termasuk simple, hanya dengan senjata dan bunuh 5 orang secara random di taman. Tapi di mata Reacher orang2 ini ada maksud dan tujuan tersendiri kenapa dibunuh.

Kurangnya yang saya liat, mulai tengah sampai menjelang akhir saya dibuat bosan dengan penuturannya yang bisa dibilang 'lamban'. Pemilihan tokoh Emmerson, kurang sangar ya, mengingat dia juga salah satu tersangka. hehehe itu menurutku loh ya. Anyone can give their opinion. Coba deh masukin ke list film yang ditonton. :)

Minggu, 10 Februari 2013

Winters Bone


Directed : Debra Granik
Writers  : Debra Granik, Anne Rosellini
Starring : Jeniffer Lawrence, John Hawkes, Garret Dillahunt, etc.
Release  : 17 September 2010

"Ree adalah gadis berusia 17 tahun. Saat anak seusianya harus bersekolah dan menikmati keseharian sebagai remaja pada umumnya, tidak pernah dialami Ree semasa hidupnya. Ditinggalkan oleh seorang ayah yang merupakan peramu obat-obat terlarang serta membuat sang istri sakit dan tidak bisa merespon terhadap apapun. Ree, harus berjuang seorang diri merawat kedua adiknya Sonny dan Ashlee yang masih kecil. Masalah muncul ketika pengadilan setempat meminta Jessup, ayah Ree harus mengikuti sidang sebagai tersangka obat2an dan pembuat mariyuana. Namun, Jessup kabur dan tidak diketahui keberadaannya. Hal ini membuat Ree mati2an mencari sang ayah agar rumah dan isinya tidak disita oleh pengadilan atas hutang yang ditinggalkan oleh Jessup sang ayah, kecuali Ree membuktikan bahwa sang ayah telah meninggal."

Winters Bone adalah film garapan sutradara Debra Granik, film ini berhasil memenangkan Sundance Flm Festival untuk kategori Best Screenplay dan memenangkan Berlin Festivale Award. Alur ceritanya menurut saya apik, merupakan cerita alami yang sebenarnya terjadi di kehidupan orang2 sana, berjalan dengan semestinya. Mungkin bagi kamu pecinta film action kurang seru liat film ini, karena dialoglah yang diutamakan disini. efek make-up alaminya membuat film ini keren dari segi selain cerita. Akting Jeniffer Lawrence perlu dikatakan bagus di film ini, terlepas kita melihatnya sebagai Katnis di film Hunger Games. Sadly, di film ini ada beberapa blooper yang kalian bisa tangkap kalo kalian teliti liat filmnya. Dan kalian harus sabar2 mantengin nih film, alur berjalan agak lambat, karena akan banyak tokoh dan kita tidak mendapatkan penjelasan siapa mereka, dan apa hubungannya. Tapi, film ini bagus untuk ditonton dengan bimbingan yang benar.

Minggu, 06 Januari 2013

5 cm

Apa si 5cm itu? ukuran penggaris? mungkin iya kalo yang belum tau. Tapi siapa sangka, buat Zafran 5cm itu ada filososfinya tersendiri. Rizal Mantovani, sutradara yang sudah malang melintang di dunia perfilman Indonesia, kini mengambil tema film yang cukup menantang, bertema top of mountain. Sutradara yang pernah menggarap Jaelangkung pas jamannya Samuel Rizal itu kini menggandeng pegunungan di kawasan Bromo dan Mahameru menjadi temannya.


Directed  : Rizal Mantovani
Producer  : Sunil Soraya
Author    : Donny Dhirgantoro
Starring  : Herjunot Ali, Fedi Nuril, Raline Shah, Danny Sumargo, Igor Saykoji dan Pevita Pearce.
Country   : Indonesia
Release   : 12 Desember 2012


5cm sendiri diangkat dari novel karya Donny Dhirgantoro, novelnya cukup laris di pasaran. Berkisah 5 orang sahabat yang sudah berteman hampir 10 tahun, susah senang dilalui bersama, saling mengerti dan memahami. Namun, ide gila terlintas dalam pikiran Genta yang menurutnya, persahabatan mereka isinya cuman nongkrong dan nongkrong. Dari situlah dimulai puasa ketemu selama 3 bulan, guna mencari dan menggapai mimpi mereka masing2. 

Selama hampir 3 bulan, banyak hal yang terjadi dalam kehidupan mereka, hingga akhirnya Genta memutuskan untuk bertemu setelah 3 bulan dengan menyajikan petualangan dan peristiwa yang tidak mereka lupakan. Mendaki gunung dan berdiri di puncak Mahameru, Malang.

“Kemudian yang kamu perlukan hanyalah kaki yang akan melangkah lebih jauh, tangan yang akan berbuat lebih banyak, mata yang akan melihat lebih lama, leher yang akan lebih sering mendongak, tekad yang setebal baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras serta mulut yang selalu berdoa.” 

Ide gila, namun disanggupi oleh sahabat2nya. Cinta, tekad, impian, semangat, kebersamaan, nasionalisme dan harapan muncul seiring perjalanan yang mereka lalui. Hingga mereka menyadari bahwa negeri yang mereka injak adalah negeri yang kaya akan kemegahan yang tersimpan.

Salah satu film negeri tercinta yang menakjubkan, dikemas dengan humor dan persahabatan yang pas. Pengambilan gambar, luar biasa. Pemandangan yang disajikan? jangan diragukan,dan twist percintaan. hehehhe
Kekurangandari film ini menurut saya terletak pada bagaimana seringnya sponsor muncul disini *kalo udah liat pasti tau*, dan alur yang sudah kita tebak *bagi yang udah baca novel*, dan puncak masalah terletak di tengah2 film.

Tapi, itu adalah pendapat saya, berbeda dengan pendapat kalian. Dari 5 bintang, saya kasih 4,5 bintang. Indonesia I LOVE YOU! :D

Selasa, 18 Desember 2012

Skeeter, merubah mereka

Skeeter merupakan perempuan muda yang baru menghirup udara sebagai lulusan sarjana sastra. Dalam melancarkan karirnya, dia diterima di surat kabar terkemuka di kotanya. Rintangan pertamanya adalah menulis sebuah artikel yang dapat membuktikan dirinya sebagai seorang jurnalis handal. Dengan melihat apa yang terjadi dalah kehidupannya, iapun menulis buku tentang ‘orang-orang hitam’.


Directer : Tate Taylor
Starring : Emmas Stone, Viola Davis, Octavia Spencer, etc.
Writers  : Tate Taylor, Kathryn Stockett (novel)

Pada masanya (jaman Perang Dunia), Amerika merupakan negara termakmur dan tersubur. Pendusuknya kala itu merupakan bangsa dari kalangan orang kaya, politik Apartheid pun masih terjadi disana. Orang negro di Amerika pada abad ini dijadikan sebagai pembantu rumah tangga. Anggapan aneh muncul dari orang Amerika bahwasannya mereka mempunyai derajat lebih tinggi daripada orang Negro.  Orang kulit hitam dilakukan berbeda dalam hal ini, seperti toilet yang mereka gunakan haruslah beda dengan orang kulih putih.

Semenjak kejadian pengasuh terbaiknya pergi dari rumah, munculah ide untuk menulis tentang apa yang dirasakan orang Negro (orang kulit hitam) yang bekerja pada orang kulit putih (Amerika) di kotanya. Skeeter nampaknya melihat kesenjangan perilaku yang diberikan oleh orang kulit putih kepada orang kulit hitam. Lantas ia menelusuri dan melakukan riset tersebut, walaupun sebenarnya dia tau apa yang dia ungkapkan nantinya akan membawa dampak positif dan negative dari kedua belah pihak.

Film yang sarat akan perbedaan ras, namun dikemas secara apik oleh sang sutradara dalam pandangan kaum perempuan. Menampilkan kehidupan para orang Amerika pada masa itu yang hanya memikirkan karir dan status sosial. 

Minggu, 09 Desember 2012

RE - R



Directed by : Paul W.S. Anderson
Cast by        : Milla Jovovich, Michelle Rodriguez, Kevin Durand, etc.
Distributed  : Screen Gems

Mendengar Resident Evil : Retribution, atau film kelima dari film serangan zombie ini menambah semangat untuk menonton kelanjutan usaha Alice dalam memerangi sekawanan zombie cs. Namun, bukan kepuasan yang saya dapat setelah melihat film ini, melainkan 'ini beneran resident evil'. Pertanyaan yang muncul.

Masih di pegang Paul W.S. Anderson nampaknya menurut saya, RE : Retribution kali ini bisa dibilang 'gagal' dalam pengemasan filmnya. Ada bebarapa adegan yang janggal menurut saya, tokoh wanita pendamping Alice terlihat kaku menurut saya. Adegannya kurang mantep, kalo boleh jujur filmnya seperti terburu-buru membuatnya. 

Untuk masalah teknologi dalam editing dan format 3D saya tidak mau berkomentar, karena emang Hollywood jagonya dalam hal ini. Tapi apakah ini akhir dari Resident Evil ? kita tunggu kelanjutan aksi Alice.

Jumat, 30 November 2012

Bourne is Cross

Matt Damon memang sudah meninggalkan project Bourne yang ke-emapt ini, walaupn namanya masih diseret2 karena menjadi titik kunci lahirnya trilogi Bourne terdahulu. Pada Bourne Legacy ini, nampaknya sang sutradara Tony Gilroy menggandeng wajah baru, dengan cerita baru namun masih menyangkut si Jason Bourne.

Directed : Tony Gilroy
Starring : Jeremy Renner, Rachel Weisz, Edward Norton, etc.
Release  : 10 Agustus 2012
Time     : 135 Minutes

Adalah Aaron Cross (Jerremy Renner), seorang anggota pelatihan khusus Outcome, menjadi pasukan yang mengkonsumsi obat dalam kemampuan kekuatan dan abiliti yang kuat. Yang dimana obat tersebut berada dibawah naungan CIA yang akan diekspos oleh Jason Bourne (Matt Damon). Selamatnya Cross langsung membawa kekawathiran CIA dan interpool yang lainnya, sebab takut project mereka akan terbuka ke publik. Ditemani Dr. Martha Seahring (Rachel Weisz), Cross melarikan diri dan mencari obat tersebut karena dia tidak bisa tanpa obat tersebut.

Kira2 seperti itulah ceita Bourne Legacy secara singkat *sumpah bingung saya awalnya kaga ngerti sama sekali jalan ceritanya*. Jeremy Renner sendiri sudah tidak asing lagi bagi dunia film Hollywood, kiprahnya terlibat dalam pasuka The Avengers sebagai Hawkye dan seorang sersan dalam film The Hurt Locker. Rachel Weisz? Siapa yang tak kenal mantan arkeolog dari film The Mummy ini.

Keduanya sangat cocok dipasangkan di film ini. Di film ini saya melihat chemistry mereka berdua. Awalnya saya bingung dengan film ini karena ceritanya masih melanjutkan film Bourne tardahulunya. Aksi yang seru adalah aksi saat di Manila.
Jadi bagi penikmat film Bourne, wajib liat dan nilai sendiri bagaimana filmnya. Saran saya lihat film Bourne dari satu ampe sekarang biar gk bingung kaya saya.

Rabu, 28 November 2012

K-Stew r u ?

Mungkin gara2 Breaking Dawan part 2 baru keluar bulan November ini, saya sebenernya agak lirik2 dikit. Saya bukan fans para Vampire atau klan-klan tersebut, bukan juga team Jacob, nonton kudu di bioskop juga enggak, hanya saja saya lagi terkesima dengan si cuek "Bella Swan" atau Kristen Stewart.

Aktris kelahiran Los Angeles 9 April 1990 *ahh beda setahun ama saya* ini melejit namanya berkat film Twilight Saga. Nama K-stew *panggilan* sendiri sudah dikenal terlebih dahulu di Hollywood ketimbang si Cullen, Robert Pattinson yang namanya baru dikenal lewat Twilight Saga

K-stew now

Panic Room misalnya, film yang dibintanginya bersama aktris Jodie Foster ini mengantarkan dia menuai banyak tanggapan positif dari para kritikus film. Penonton pun dibuat takjub dengan akting serta penampilannya yang lantaran dikira 'cowok' pada waktu itu.

K-stew 'Panic Room'


Setelah Panic Room, Speak adalah next lead rolenya. berperan sebagai cewek yang tekena tindakan seksual oleh temannya sendiri yang membuatnya menjauhkan diri dari kehidupan sosial. Zathura dan The Messenger adalah film selanjutnya yang mengantarkan K-stew semakin dikenal.

Walaupun berperan sebagai Bella Swan dalam Twilight Saga, aktris muda yang satu ini tampaknya tidak takut untuk mencoba peran2 yang lain diluar Bella Swan, seperti film Adventurland, Into The Wild, On The Roads, sebagai gitarist di The Runaways, sebagai Snow White di Snow White and The Huntsman.

Selain terkenal dengan kehebatan aktingnya, K-stew juga dikenal dengan gaya fashionnya yang cuek dan kets lovers *author salut*

Red carpet, tetep make kets

Red carpet, tetep make kets

Tidak peduli orang memikirkan dan berbicara apa terhadapnya, kets on anywhere its on!! :)

Senin, 19 November 2012

'I have leaves in my foot! mom'

Kalo di Indonesia punya Timun Mas, kalo di paman sam sana punya The Odd Life of Timothy Green. Ceritanya hampir sama, namun berbeda sudutnya aja.

Directed : Peter Hedges
Run Time : 125 minute
Release  : 15 Agustus 2012 by Disney Pictures
Starring : Jenfifer Garner, Joel Edgerton, CJ Adams, Odeya Rush.

Bercerita tentang Jim dan Cindy Green, pasangan suami istri yang belum juga dikaruniai seorang anak. Hampir empat taun mereka menunggu kehadiran tangisan bayi namun tak kunjung datang. Sampai suatu hari, munculah Timothy. Bocah laki-laki yang sangat unik dan membawa keajaiban serta perubahan bagi Jim dan Candy Green, Timothy juga banyak mengubah hidup disekitarnya. Namun, siapa sangka disaat kebahagian menyelimuti keluarga Green, Timothy pergi seraya daun yang berguguran.

Film keluarga yang cocok di tonton oleh smua umur, Timothy sangat kecil dan lucu disini. Terhibur dan menarik. Walau ceritanya menggunakan sedikit fantasy namun, film keluaran Disney ini patut ditonton.

Senin, 05 November 2012

Freedom Writers, are you ?

Film yang hampir berdurasi 2 jam ini memperlihatkan kegigihan seorang guru SMA dalam memperjuangkan apa yang berhak didapat untuk muridnya, membimbing muridnya dalam pemikiran keseharian mereka, serta merubah hidup mereka.


Directed     : Richard LaGravenese
Release date : 2007
Starring     : Hilary Swank, Patrick Dempsey, Mario, Scott Glenn.

Gernie Hawell adalah seorang wanita yang baru saja menjabat sebagai guru bahasa Inggris, mendapatkan tempat mengajar di Wilson High School derah Long Beach. Ketidak tahuannya akan lingkungan tempat ia mengejar membawanya belajar melihat dan mendengar apa yang terjadi pada anak didiknya. Narkoba, perkelahian, kematian, pemukulan dan hal kasar lainnya ia ketahui kala para murid didiknya meceritakan tentang hidup didaerah Long Beach.

Melihat ada harapan akan masa depan murudnya, dia berusaha untuk mengajari para muridnya dengan caranya sendiri agar para muridnya menyukai pelajaran, meningkatkan nilai mereka serta meluluskannya. Salah satu metode yang berpengaruh adalah sebuah jurnal yang ia berikan kepada tiap muridnya, setipa hari ia menegaskan kepada muridnya untuk menulis apapun cerita atau harapan baik di masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.

Walaupun rumah tangganya berantakan, ia tidak menyerah dalam memboyong para muridnya agar lulus mendapatkan nilai baik serta melanjutkan ke bangku kuliah. Usahanya tidak sia2, hampir semua murid yang ia didik di kelas 203 melanjutkan ke bangku kuliah.

Film yang sarat akan unsur SARA, kekerasan dan kehidupan remaja di distrik yang ditempati banyak ras berbeda ini menjadikan film ini sarat akan makna yang dikandungnya. Bagaimana anak2 mendapatkan kekerasan dan tekanan yang luar biasa mereka bawa dalam kehidupan masyarakatnya.

Jumat, 02 November 2012

everybody's fine, really ?


Directed : Kirk Jones
Duration : 99 min
Release Date : 4 Desember 2009
Starring : Robert De Niro, Drew Barrymore, Kate Beckinsale, Sam Rockwell.

Film Everybody's Fine bercerita tentang seorang lelaki pensiunan lanjut usia yang melakukan perjalanan ke New York, Denver, Las Vegas hanya untuk menemui ke empat anak-anaknya yang kini sudah memiliki hidup masing2. Dengan membawa sakit yang dideritanya, sang ayah menemui satu persatu anaknya, melihat apakah keadaan dan kehidupan anaknya bahagia? namun siapa sangka apa yang didengar dan dilihatnya ternyata jauh dari apa yang ia bayangkan. Ia bahkan harus menelah pil pahit bahwa salah satu anaknya telah meninggal.

Tak jauh dari kehidupan sebenarnya, cerita Everybody's Fine begitu mudah ditebak dari awal. Pembawaan yang ringan serta tidak bertele-tele menjadi daya tarik tersendiri, penggambaran tokoh sang ayah dibawakan apik oleh Robert De Niro.

Rabu, 31 Oktober 2012

film animasi ini tidak lengkap tanpa mereka

Kenal Madagascar? Toys Story? Ice Age? pasti pecinta film animasi tau ketiga film yang sudah saya sebutkan tadi. Ketiganya film animasi yang paling ditunggu, masing2 dari film tersebut bahkan mempunyai kesamaan, yaitu sama2 mempunyai sekuel. Dengan cerita dan tokoh yang berbeda, ketiga film animasi tersebut memiliki ciri tersendiri yang lucu. 

Pemeran utama seperti Woody dan Buzz (Toys Story), Manny, Diego, Sid (Ice Age), Alex, Melman, Marty, Gloria (Madagascar) memang lucu dan menarik. Tapi, film tersebut tidaklah lengkap tanpa Scrat (Ice Age), Skipper cs (Toys Story), dan mr. and ms. Potato Head (Toys Story).

Scrat (Ice Age)

Scrat dan kenari memang tak terpisahkan, Ice Age tidak akan terbentuk tanpa dia. Lima benua di bumi tidak akan terbentuk tanpanya *sumpah kocak ni adegan*. Kegigihannya dalam mendapatkan buah kenari membuatnya menjadi cerita tersendiri di luar Manny cs. Scrat berhasil menjadi pengacau perubahan musim dan benua dalam Ice Age.

The Penguins (Madagascar)

Skipper, Kowalksi, Privat, Rico merupakan pinguin pintar. Otak dari segala rencana gila Madagascar adalaha hasil pemikiran keempat pinguin ini. Dikomandoi oleh Skipper, mereka membuat pesawat dari tenaga monyet. Pertengkaran selalu ada ketika Julien cs turut bergabung.Mereka mendapatkan serial mereka sendiri dalam The Penguins of Madagascar.

Mr. and Ms. Potato Head (Toys Story)

Walaupun jarang mendapatkan scene yang lama, keberadaan dua pasangan potato ini menjadi kisah lucu tersendiri. Selalu bertengkar dan selalu berdebat masalah anggota badan. Ditambah si dinosaurus Rex yang berhasil menghidupkan suasana mr. dan ms Potato Head.

Kamis, 27 September 2012

Waiting For Forever,aku berada dimanapun kau berada

Film romantis Waiting For Forever mungkin bisa dijadiin salah satu film yang kamu masukin list, kalo mau liat film yang sadly romantic but happiness ending. Bercerita tentang seorang pemuda Willie Donner (Tom Sturridge) yang jatuh cinta kepada teman kecilnya Emma Twist (Rachel Bilson), dan selalu mengikuti Emma kemanapun Emma pergi tanpa sepengetahuan Emma. Komplek cerita diperlihatkan dari sisi hidup Emma yang melakukan perselingkuhan serta kehilangan ayahnya, seentara Willie harus berjuang mengungkapkan perasaannya pada Emma serta menghadapi kakaknya yang tegas terhadapnya.

Directed : James Keach
Writer   : Steven Adams
Cast     : Rachel Bilson, Tom Sturrideg, Richard Jenkins, etc.

Film berdurasi satu jam 35 menitan ini memberi sajian yang cukup dikatakan menarik, melihat akting Tom Sturridge yang sangat mendalami tokoh Williw Donner, sang pesulap piyama. Tapi kamu sempet dibawa bosen ama drama yang unsurnya berisi percakapan. 

nb : konsentrasi liat film ini bikin sedih lohh

Kamis, 09 Agustus 2012

Tom 'Bane' Hardy

The badass come with perfect body.

Mungkin itulah pikiran pertama saya pas liat tampang Edward Thomas Hardy atau Tom Hardy. Aktor kelahiran Inggris 1977 ini memulai karirnya dengan peran kecil-kecilan dalam film ataupun cuma sebagai bintang tamu disalah satu series. Walaupun udah berkecimpung cukup lama di dunia perfilman, akting Tom Hardy baru mendapat lirikan pas dia main di film garapan Christopher Nolan ‘Inception’ bareng aktor Leonardo DiCaprio sebagai salah satu member timnya.  Film Inception sendiri mendapat sambutan luar biasa dari pengamat film.

kalo pose kaya gini mirip Jensen Ackles

Setelah Inception, Tom pun mulai dilirik untuk meranin peran yang gk cuma ‘ecek-ecek’, berbagai tawaran pun datang seperti di film ‘Tinker Tailor Soldier Spy’, ‘Warrior’, ‘This Means War’, menjadi musuh Batman di ‘The Dark Knight Rises’, ‘Lawless’, dan project terbaru dia bakalan meranin Max dalam ‘Mad Max 4’. Aktor yang sudah mempunyai seorang putra ini selalu tampil full dalam setiap perannya *semua aktor Hollywood menurut saya juga*. Buktinya demi perannya jadi Bane *musuh Batman* dan di film Warrior, Tom Hardy kudu tambahin berat badannya 14kg dengan latihan ekstra full buat bentuk badannya kaya di film itu *wehh saya liatnya aja gk kepikirannn* hahahaha.

 Look the differences

as Bane

Jadi kalo belum liat film2nya Tom diatas, buruan liat *yang udah release loh*. Atau nungguin film lainnya juga bisa :). Appreciated actor like the movie that he/her role.

Jumat, 03 Agustus 2012

'You Are The Apple of My Eye' Kai Ko


Setelah Mario Maurer asal Thailand yang santer-santernya didemeni para cewek2 termasuk saya ini *ehemmm*, nambah lagi nih daftar ‘the next big thing’. Dialah Ko Chen Tung [Kai Ko], namanya emang asing banget di telinga kita, tapi bagi kalian yang udah liat film Taiwan ‘You Are Apple of My Eye’ [kalo mau tau tentang filmnya, baca blog tetangga à ms. Eve (http://bellegia-okashii.blogspot.com], film yang diambil dari novel karya Giddens tersebut menorehkan aktor Ko Chen Teng dalam memenangi Best New Actor dalam ajang 48th Golden Horse Awards di Taiwan sana.


Ko Chen Tung sendiri lahir di Taiwan 18 Juni 1991 *seumuran kita*. Namanya lagi bersinar di Taiwan sana, berkat kemampuan aktingnya yang gokil di film You Are Apple of My Eye. Doi berperan sangat apik dan bikin torehan tampang cowok bloon tapi enak diliat *maksudnya apa coba?, opini sendiri* hahahahaha.

            
Pas pertama muter nih film awalnya gk ngeh gimana cerita dan siapa aktor utamanya *soalnya banyak pemain*, ternyata pas liat langsung jatuh tangga *ehhhmmm*. Jatuh cinta juga ama tindakan dan perannya di film ini *tapi dalam hal ngejer cewek loh ya, bukan hal yang menyangkut (maaf) apa kebiasaan yang dilakuin dia di film ini*. Nonton aja filmnya, dijamin bikin ngilangin bad mood.